Sabtu, 21 September 2013

Sejarah Desa Wanasaba Kidul


 SEJARAH DESA

                  Adalah Sebuah kata dari Wana itu artinya Alas ,Saba itu artinya  belum ada yang  pernah menginjak atau melewati konon katanya hanya Pangeran Suta Jaya Putra dari Pekandangan Indramayu .Yang pertama membabad Alas Wanasaba tersebut itu pun tugas dari Sultan Matangaji Benda. Pada waktu itu Pangeran Suta Jaya pertama memulai membabad Alas tersebut dari ujung utara yang sekarang di namakan Cimembik, dengan kesaktiannya Pangeran Suta Jaya mengetahui bahwa di Cimembik itulah tempat yang sangat angker di situlah tempat berkumpulnya  para mahluk–mahluk halus,bngsa Jin , Setan dan juga Binatang-binatang buas yang sangat padat dan tidak terhitung jumlahnya.
Ahirnya Pangeran Suta Jaya mempunyai Andalan / Jimat semacam Keris Setan Cober. Lalu Keris Setan Cober itu  diarahkan kesuatu tempat yang sangat angker lalu
bangsa Jin , Setan , Dedemit  semuanya  bubar , dan hewan–hewan buaspun pada mati kaena merasakan sangat panasnya keampuhan / pribawa Keris SetanCober tersebut. Setelah itu Pangeran Suta Jaya melanjutkan dan membabad ke sebelah  selatan disitu pula ada sesosok mahluk halus / Jin Wanita yang sangat cantik  kemudian Jin tersebu tertarik , mencintai Pangeran Suta Jaya dan ingin dikawininya. Ahirnya Pangeran Suta Jaya diberi kesaktian oleh Jin tersebut berupa  Aji Kupas dan kesaktian Aji Kupas tersebut bila musuh , bau keringatnya musuh tersebut akan lumpuh.
Lalu Pangeran Suta Jaya menanam  beton Nangka, dan beton tersebut tumbuh sampai sekarang yang dinamakan Nangka Gede ,tepatnya di sebelah selatan Desa Wanasaba kidul atau di Desa Krandon. Lalu Pangeran Suta Jaya meneruskan perjalananya dan membabad Alas yang di sebelah timur / hutan jati yang sangat besar lalu Pangeran Suta Jaya membabadnya . juga disitu  diujung timur Pangeran Suta Jaya menemukan sebuah Sumur Jago , Sumur Kejayaan, Sumur Tegang Pati, Sumur Blere  dan  Sumur tersebut sampai  sekarang masih di sembunyikan atau belum waktunya dii perlihatkan. 
 Pangeran Suta Jaya sesudah menemui Sumur-sumur itu ada juga Sumur Tuk Jasih, Sumur Tuk Belik, sumur tuk Bunut, Sumur tuk  Meningsih dan semua itu sebelum nya suda ada  pada waktu jamannya Pangeran Cakra Buana bersemedi. \ Di suatu tempat yang sangat sunyi, yaitu  di Lagasari yang sekarang Makbaro ( Kuburan ) Pangeran Surya Laga dan juga Kuburan para turunan-turunan nya seperti Buyut Kindra, Buyut Muhamad Bajun,Muhamad Kamarudin, Buyut Abdul Jalil, Buyut Nurudin, Buyut Sadri.
Lalu Pangeran Suta Jaya sesudah membabad Kampung Alas Wanasaba hampir selesai , ada musuh dari  Raja Puser Bumi dan seluruh pasukanya agar Pangeran Suta Jaya di Bunuh, ahirnya Pangeran Suta Jaya melihat kepada Pasukan- pasukan yang berdatangan berjalan di pinggir sungai  di sebelah timur hutan Wanasaba ,ahirnya Pangeran Suta Jaya berkata dengan seijin Allah kalau para Pasukan  itu mau berbuat kebajikan kepada
Pangeran Suta Jaya  semoga Allah utuh Pasukan tersebut menjadi manusia dan kalau akan membuat kerusuhan  atau pembunuhan terhadap  Pangeran Suta Jaya  dengan seijin Allah semoga menjadi  Pandan ri ahirnya  pasukan Prabu Puser Bumi tersebut berubah  menjadi Pohon Pandan ri  yang ahirnya sampai sekarang di sepanjang sungai  sebelah timur bergerombol dan berbaris tumbuh pohon-pohon Pandan ri. Itulah Sekilas Cerira Perjalanan Pangeran Suta Jaya atau di sebut juga Pangeran Suta Wijaya yang telah membabad Alas Yang sampai sekarang disebut Wanasaba  kidul. Dalam proses pemerintahan di Desa Wanasaba Kidul, berdasarkan penuturan darii sumber yang menjadi pemimpin atau kuwu di Wanasaba Kidul, sebagai berikut :


Kuwu yang pertama adalah  Kuwu Kayad
Kuwu yang kedua adalah Kuwu Alima
Kuwu yang ketiga adalah Kuwu Mukmin
Kuwu yang keempat adalah Kuwu Tajuri
Kuwu yang kelima adalah Kuwu E. Manaf
Kuwu ysng kelima adalah Kuwu Ridwan ( Tahun 1957 s/d  1987  )
Kuwu yang keenam adalah Kuwu Maskun ( Tahun 1987 s/d 1995 )
Kuwu yang ketujuh adalah Kuwu Erman ( Tahun 1995 s/d 2003 )
Kuwu yang kedelapan adalah Kuwu Hadi Susanto, sampai sekarang masih memerintah dan berakhir sampai dengan 2013.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar