SEJARAH DESA
Adalah
Sebuah kata dari Wana itu artinya Alas ,Saba itu artinya belum ada yang pernah menginjak atau melewati konon katanya
hanya Pangeran Suta Jaya Putra dari Pekandangan Indramayu .Yang pertama
membabad Alas Wanasaba tersebut itu pun tugas dari Sultan Matangaji Benda. Pada
waktu itu Pangeran Suta Jaya pertama memulai membabad Alas tersebut dari ujung
utara yang sekarang di namakan Cimembik, dengan kesaktiannya Pangeran
Suta Jaya mengetahui bahwa di Cimembik itulah tempat yang sangat angker di
situlah tempat berkumpulnya para
mahluk–mahluk halus,bngsa Jin , Setan dan juga Binatang-binatang buas yang sangat
padat dan tidak terhitung jumlahnya.
Ahirnya Pangeran Suta Jaya mempunyai Andalan / Jimat semacam Keris Setan
Cober. Lalu Keris Setan Cober itu
diarahkan kesuatu tempat yang sangat angker lalu
bangsa
Jin , Setan , Dedemit semuanya bubar , dan hewan–hewan buaspun pada mati
kaena merasakan sangat panasnya keampuhan / pribawa Keris SetanCober tersebut.
Setelah itu Pangeran Suta Jaya melanjutkan dan membabad ke sebelah selatan disitu pula ada sesosok mahluk halus
/ Jin Wanita yang sangat cantik kemudian
Jin tersebu tertarik , mencintai Pangeran Suta Jaya dan ingin dikawininya.
Ahirnya Pangeran Suta Jaya diberi kesaktian oleh Jin tersebut berupa Aji Kupas dan kesaktian Aji Kupas tersebut
bila musuh , bau keringatnya musuh tersebut akan lumpuh.
Lalu
Pangeran Suta Jaya menanam beton Nangka,
dan beton tersebut tumbuh sampai sekarang yang dinamakan Nangka Gede ,tepatnya
di sebelah selatan Desa Wanasaba kidul atau di Desa Krandon. Lalu Pangeran Suta
Jaya meneruskan perjalananya dan membabad Alas yang di sebelah timur / hutan
jati yang sangat besar lalu Pangeran Suta Jaya membabadnya . juga disitu diujung timur Pangeran Suta Jaya menemukan
sebuah Sumur Jago , Sumur Kejayaan, Sumur Tegang Pati, Sumur Blere dan
Sumur tersebut sampai sekarang
masih di sembunyikan atau belum waktunya dii perlihatkan.
Pangeran
Suta Jaya sesudah menemui Sumur-sumur itu ada juga Sumur Tuk Jasih, Sumur Tuk
Belik, sumur tuk Bunut, Sumur tuk
Meningsih dan semua itu sebelum nya suda ada pada waktu jamannya Pangeran Cakra Buana
bersemedi. \ Di suatu tempat yang sangat sunyi, yaitu di Lagasari yang sekarang Makbaro ( Kuburan )
Pangeran Surya Laga dan juga Kuburan para turunan-turunan nya seperti Buyut
Kindra, Buyut Muhamad Bajun,Muhamad Kamarudin, Buyut Abdul Jalil, Buyut
Nurudin, Buyut Sadri.
Lalu
Pangeran Suta Jaya sesudah membabad Kampung Alas Wanasaba hampir selesai , ada
musuh dari Raja Puser Bumi dan seluruh
pasukanya agar Pangeran Suta Jaya di Bunuh, ahirnya Pangeran Suta Jaya melihat
kepada Pasukan- pasukan yang berdatangan berjalan di pinggir sungai di sebelah timur hutan Wanasaba ,ahirnya
Pangeran Suta Jaya berkata dengan seijin Allah kalau para Pasukan itu mau berbuat kebajikan kepada
Pangeran
Suta Jaya semoga Allah utuh Pasukan
tersebut menjadi manusia dan kalau akan membuat kerusuhan atau pembunuhan terhadap Pangeran Suta Jaya dengan seijin Allah semoga menjadi Pandan ri ahirnya pasukan Prabu Puser Bumi tersebut
berubah menjadi Pohon Pandan ri yang ahirnya sampai sekarang di sepanjang
sungai sebelah timur bergerombol dan
berbaris tumbuh pohon-pohon Pandan ri. Itulah Sekilas Cerira Perjalanan
Pangeran Suta Jaya atau di sebut juga Pangeran Suta Wijaya yang telah membabad
Alas Yang sampai sekarang disebut Wanasaba
kidul. Dalam proses pemerintahan di Desa Wanasaba Kidul, berdasarkan
penuturan darii sumber yang menjadi pemimpin atau kuwu di Wanasaba Kidul,
sebagai berikut :
Kuwu yang pertama adalah Kuwu
Kayad
Kuwu yang kedua adalah Kuwu Alima
Kuwu yang ketiga adalah Kuwu Mukmin
Kuwu yang keempat adalah Kuwu Tajuri
Kuwu yang kelima adalah Kuwu E. Manaf
Kuwu ysng kelima adalah Kuwu Ridwan ( Tahun 1957 s/d 1987 )
Kuwu yang keenam adalah Kuwu Maskun ( Tahun 1987 s/d 1995 )
Kuwu yang ketujuh adalah Kuwu Erman ( Tahun 1995 s/d 2003 )
Kuwu yang kedelapan adalah Kuwu Hadi Susanto, sampai sekarang masih
memerintah dan berakhir sampai dengan 2013.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar